← Semua artikel

Hosting murah: apa yang sebenarnya kamu korbankan

6 menit bacaDitulis oleh tim Bubungan Digital

Iklan hosting murah ada di mana-mana: ruang penyimpanan tanpa batas, bandwidth tanpa batas, harganya tidak sampai Rp 100 ribu setahun. Untuk website yang baru mulai, tawaran itu terdengar masuk akal. Tapi harga semurah itu selalu ditebus dengan sesuatu, dan biasanya baru terasa saat website sedang dibutuhkan.

Satu server dipakai ratusan website

Hosting murah umumnya berjenis shared hosting: satu server dibagi untuk ratusan, kadang ribuan website sekaligus. Kalau salah satu tetangga sedang ramai atau terkena serangan, semua website di server itu ikut melambat.

“Tanpa batas” yang sebenarnya ada batasnya

Di balik label tanpa batas biasanya ada batas lain yang jarang disebut: pemakaian CPU, memori, atau jumlah file. Begitu website kamu ramai, misalnya saat promo besar atau masa pendaftaran siswa baru, batas itu tercapai dan website ditangguhkan sementara. Tepat di saat pengunjung paling banyak.

Backup yang tidak bisa diandalkan

Banyak paket murah hanya menjanjikan backup seadanya, atau meminta biaya tambahan saat kamu benar-benar perlu memulihkan data. Tanyakan sejak awal: seberapa sering backup dibuat, disimpan berapa lama, dan berapa biaya untuk memulihkannya.

Lokasi server yang jauh

Supaya murah, server sering ditempatkan di negara dengan biaya listrik dan sewa rendah, jauh dari pengunjung kamu. Setiap halaman jadi butuh waktu lebih lama untuk sampai ke HP pelanggan di Kalimantan.

Bantuan teknis yang lambat

Saat website mati di akhir pekan, yang kamu butuhkan adalah orang yang bisa segera membantu. Di paket paling murah, tiket bantuan bisa baru dibalas satu atau dua hari kemudian.

Yang perlu dicek sebelum membeli

  1. Lokasi server, idealnya di Indonesia atau Singapura.
  2. Batas pemakaian yang sebenarnya, bukan sekadar label tanpa batas.
  3. Jadwal backup dan cara memulihkannya.
  4. Harga perpanjangan tahun kedua, yang sering jauh lebih mahal dari harga promo.
  5. Jalur bantuan teknis dan jam layanannya.

Kapan hosting murah tidak masalah

Untuk landing page sederhana atau website statis yang pengunjungnya sedikit, hosting murah atau bahkan layanan gratis seperti Cloudflare sudah lebih dari cukup. Masalah baru muncul saat website menyimpan data, menerima pesanan, atau jadi andalan saat ramai.

Selisih Rp 200 ribu setahun itu kurang dari Rp 17 ribu per bulan. Hitung berapa kerugiannya kalau website mati tepat di hari promo, lalu putuskan.

Mau angka untuk kasus kamu sendiri?

Ceritakan usaha dan kebutuhannya lewat WhatsApp. Biasanya kami bisa memberi kisaran di hari yang sama, gratis.

Chat WhatsApp

Artikel lain

Punya rencana website? Ceritakan saja dulu

Konsultasi gratis, tanpa komitmen.

Chat WhatsApp